Judul artikel : Fenomena Banjir dan Macet, Warisan untuk Jakarta - BEDA GUBERNUR, BEDA GAYA !
Topik : Fenomena Banjir dan Macet, Warisan untuk Jakarta - BEDA GUBERNUR, BEDA GAYA !
Fenomena Banjir dan Macet, Warisan untuk Jakarta - BEDA GUBERNUR, BEDA GAYA !
BEDA GUBERNUR, BEDA GAYA !
Yes Muslim - Zaman Badja, ada 50-70 titik banjir. Ketinggian air rata-rata 80 cm. Ini zaman terparah soal banjir. Tetap disebut "genangan" oleh media-media mainstream.Di era Sutiyoso, banjir besar pecah setiap 3-4 tahunan. Rumah-rumah di Tanjung Duren, Rawa Buaya dll tenggelam sampai atap.Di era Badja, Jakarta kering. Nggak banjir. Tapi cuma di
Demikianlah Artikel Fenomena Banjir dan Macet, Warisan untuk Jakarta - BEDA GUBERNUR, BEDA GAYA !
Sekian islam indonesia Fenomena Banjir dan Macet, Warisan untuk Jakarta - BEDA GUBERNUR, BEDA GAYA ! , mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sekian postingan artikel kali ini.
0 Response to "Fenomena Banjir dan Macet, Warisan untuk Jakarta - BEDA GUBERNUR, BEDA GAYA ! "
Post a Comment